Archive | 2010

Udang Hias Danau Towuti Membutuhkan Zonasi

Udang hias endemik Danau Towuti, populasinya kini terancam mengalami penurunan dan kepunahan , menyusul maraknya penangkapan secara bebas terhadap spesies yang memiliki aneka ragam warna itu. Karena warna yang indah tersebut, sehingga menarik minat para pedagang ikan hias untuk memperjualbelikan spesies ini secara bebas. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan dengan menentukan zonasi (zona inti) agar populasinya tidak mengalami penurunan dan kepunahan. Selain beraneka warna, udang hias Danau [baca selengkapnya...]

Posted in BERITA LUTIM1 Comment

Husler Ingatkan Ancaman AIDS

Peringatan Hari Aids Sedunia (HAS) yang jatuh pada 1 desember setiap tahunnya, kali ini dilakukan dengan menggelar upacara bendera di Halaman Kantor Bupati Lutim pada senin (6/12) pagi tadi. Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kab. Lutim secara khidmat mengikuti setiap tahapan prosesi upacara. Bertindak selaku pembina upacara, Wakil Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler sekaligus membacakan sambutan seragam dari Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat yang juga [baca selengkapnya...]

Posted in BERITA LUTIM0 Comments

Air Terjun Mata Buntu Butuh Akses Jalan

MALILI, UPEKS- Pemerintah daerah Luwu Timur melalui dinas pendidikan, kebudayaan dan pariwisata kini terus berbenah menggalakkan pembangunan di sektor kebudayaan dan pariwisata. Selain kekayaan alam dari sektor pertambangan, potensi dan pesona alamnya yang memikat juga menjadi anugrah tersendiri bagi Bumi Batara Guru untuk dikembangkan di waktu mendatang. Sederatan pesona alam yang membentang dan tersebar di sejumlah kecamatan semisal kompleks danau Malili, pantai batu Menggoro, Pantai Lemo [baca selengkapnya...]

Posted in BERITA LUTIM0 Comments

INCO, CSR & Lingkungan Sosial

bagian kedua

B.    Bagaimana Kita Mengukur Keberhasilan INCO mengimplentasikan CSR ?

Setelah kita melihat pentingnya CSR bagi perusahaan sebagai jembatan untuk mendapatkan licence to operate baik dari masyarakat dan juga pemerintah, bahkan juga ada yg mengatakan bahwa CSR bisa berfungsi sebagai strategi risk management perusahaan. Kini alangkah bijaknya kita juga mengakui betapa pentingnya CSR bagi masyarakat bahkan pemerintah setempat. Namun mampukah kita mengukur sejauh apa keberhasilan CSR itu ?

Dari pertanyaan diatas tentunya menimbulkan perdebatan yang cukup serius, mulai dari perdebatan teoritis yang melibatkan konsep mana yang akan diadopsi sampai debat kusir di masyarakat majemuk yang tidak mensoalkan konsep sama sekali hanya melihat fakta lapangan dengan kasat mata seputar kontribusi perusahaan bagi mereka.

Tentunya masyarakat tidak dapat dipersalahkan sepenuhnya dalam persoalan ini. Yang punya tanggung jawab besar dalam kasus ini adalah korporasi. Saya sangat sepakat dengan David Henderson yang mengemukakan kritiknya dalam Misquided Virtue. Pakar ekonom ini mengatakan bahwa “ CSR yang telah dipraktekkan dan di sebarluaskan tanpa defenisi, kriteria bahkan kerangka berpikir yang jelas “. Akibatnya CSR tumbuh tanpa dasar yang jelas, bisa diinterpretasikan secara kontekstual, kehilangan daya ukur dan alat ukur yang universal. Continue Reading

Posted in ARTIKEL0 Comments

1. Sejarah Mokole / Kerajaan Matano

“Iwan Sumatri, seorang arkeolog dari Unhas. Beliau dalam berbagai laporan terkait penelitian peninggalan sejarah dan purbakala. Salah satunya adalah penelitian kerjasama Pusat Arkeologi Makassar dan The Australia National University dengan mengambil tema proyek “The origins of Complex Society in South Sulawesi (OXIS project)” yang dilakukan di kabupaten Luwu dan hasilnya ditulis dalam bukunya “Kedatuan Luwu”.
Dalam buku itu, disebutkan Kerajaan Luwu pernah memainkan peran penting pada periode keemasan Majapahit. Karena itu, nama Luwu tercatat dalam kitab Nagarakartagama yang selesai ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365.Diduga, Majapahit mengadakan kontak atau hubungan niaga dengan Kedatuan Luwu dikarenakan daerah ini memiliki sumber besi yang berkualitas baik, yang pada saat itu diperlukan oleh karajaan Majapahit untuk produk peralatan senjata/keris Jawa yang terkenal karena mengandung pamor Luwu.Tempat yang diduga sebagai sumber bahan mineral adalah daerah Matano dan beberapa daerah di Limbong. Dalam laporan OXIS project dinyatakan:“The world’s largest nickel-mining complex is located in the southern bank of Lake matano, which has led to speculation that bickellifeous iron ore from the Matano area was smelted to produce the famous pamor Luwu used in Majapahit krisses”.

Sejauh ini, memang belum ada penelitian mendalam terkait dengan keberadaan kampung Matano. Hanya saja pada tahun 1998-1999, beberapa arkelog yang tergabung dalam proyek penelitian The Origin of Complex Society in South Sulawesi (OXIS) kerjasama Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dengan Australian National University melakukan penggalian di perbukitan sekitar Desa Matano.Lokasi ini dianggap sebagai zona sumber besi Luwu yang diperdagangkan dengan Majapahit. Beberapa literatur menyebutkan bahwa Kerajaan Luwu pernah memainkan peran penting pada masa keemasan Kerajaan Majapahit pada abad 15-16. Dimana Majapahit mengadakan hubungan niaga dengan Kedatuan Luwu karena daerah ini memiliki sumber besi yang berkualitas yang diperlukan oleh Majapahit untuk produk peralatan senjata/keris. Continue Reading

Posted in SEJARAH3 Comments

Page 1 of 212