Categorized | BERITA LUTIM

Air Terjun Mata Buntu Butuh Akses Jalan

MALILI, UPEKS- Pemerintah daerah Luwu Timur melalui dinas pendidikan, kebudayaan dan pariwisata kini terus berbenah menggalakkan pembangunan di sektor kebudayaan dan pariwisata. Selain kekayaan alam dari sektor pertambangan, potensi dan pesona alamnya yang memikat juga menjadi anugrah tersendiri bagi Bumi Batara Guru untuk dikembangkan di waktu mendatang.

Sederatan pesona alam yang membentang dan tersebar di sejumlah kecamatan semisal kompleks danau Malili, pantai batu Menggoro, Pantai Lemo dengan pasir putihnya, pesona Bawah Laut Bulu Polo’e, serta air terjun Mata Buntu di kecamatan Wasuponda. Pesona alam air terjun Mata Buntu mengajak pengunjung untuk melepas penat yang menjadikan setiap hati terpikat dan betah menikmati panorama alamnya di antara hutan tropis. Kekaguman pengunjung yang telah menyambangi lokasi wisata air terjun Mata Buntu akan dibuat terkesima dengan undak-undakan (seperti anak tangga, red) air terjun bersusun 33 yang terbentuk secara alamiah.

Pengunjung juga dimanjakan dengan hadirnya kupu-kupu yang beterbangan dan hinggap di antara pepohonan dan bebatuan. daya tarik lainnya yang ditawarkan pesona air terjun Mata Buntu adalah pada bagian paling atas undakannya, pengunjung dapat menemukan sebuah batu berbentuk alat kelamin pria yang konon dipercaya dapat membantu para pasangan yang belum dikarunia anak. Adapula yang meyakininya sebagai tempat mengikat janji bagi pasangan muda-mudi.

Namun sejumlah kendala masih menghadang potensi pengembangan pariwisata di daerah ini seperti belum maksimalnya akses jalan menuju objek wisata, dan hal ini menjadi fokus perhatian awal yang harus segera dipenuhi.” Guna memperkenalkan kekayaan pesona alam itu (khususnya air terjun mata buntu), maka kami (bidang pariwisata,red) akan mengusulkan pembenahan objek wisata, khususnya akses jalan dan penataan lokasi agar lebih menarik, ” ungkap kabid pariwisata Lutim, Julianus, kepada Upeks pekan lalu.

Terbukanya akses jalan yang lebih memadai tentu akan semakin menambah minat pengunjung untuk mendatangi objek-objek wisata Lutim. Selain itu, akan memberi multiplayers efek bagi masyarakat sekitar berupa peningkatan sentra perekonomian dan pendapatan masyarakat dan daerah dengan keberadaan objek wisata, kunci Julianus. (ACO).

BIOGRAFI PENULIS:

telah menulis 4 artikel di situs Lontara Luwu Timur. Asri Tadda lahir di Pabeta, Desa Manurung Kec. Malili Kab Luwu Timur, April 1981. Asri adalah mantan Kabid Penelitian dan Pengembangan PP Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (IPMA-LUTIM). Saat ini Asri Tadda berdomisili di Kota Makassar, dan bekerja sebagai Direktur AstaMedia Group.

Leave a Reply